Kementerian Perindustrian terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga legislatif guna mendorong pengembangan industri berbasis potensi lokal. Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Musi Banyuasin ke Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Palembang sebagai upaya memperkuat layanan standardisasi dan hilirisasi industri di daerah.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penguatan standardisasi dan layanan teknis industri merupakan kunci dalam meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Untuk itu, peran unit teknis Kemenperin di daerah menjadi sangat strategis dalam mendukung daya saing industri nasional.
“Pemerintah secara konsisten memacu kebijakan industrialisasi agar meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal, seperti karet dan kelapa sawit, tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi,” ujar Menperin dalam keterangannya, Jumat (6/2).
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menyampaikan, pihaknya berkomitmen memperluas akses layanan standardisasi bagi pelaku industri, khususnya industri kecil dan menengah (IKM) di daerah.
“Standardisasi bukan sekadar pemenuhan persyaratan teknis, tetapi menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan kepercayaan pasar. Melalui BSPJI Palembang, kami memastikan pelaku industri di Musi Banyuasin memperoleh pendampingan yang komprehensif agar mampu naik kelas dan berdaya saing,” jelasnya.
Kepala BSPJI Palembang Dimas Wibisono Prakoso menambahkan bahwa pihaknya juga siap mendukung kebijakan hilirisasi industri daerah melalui layanan teknis yang lengkap dan terintegrasi.
“Kami menyediakan berbagai fasilitas laboratorium pengujian kimia dan mikrobiologi, layanan kalibrasi, sertifikasi produk, hingga konsultasi teknis industri. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan industri berbasis karet dan kelapa sawit yang menjadi unggulan Kabupaten Musi Banyuasin,” ungkap Dimas.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi II DPRD Musi Banyuasin turut meninjau langsung fasilitas laboratorium BSPJI Palembang guna memastikan kesiapan infrastruktur pendukung industri. Peninjauan ini mencakup laboratorium pengujian mutu dan keamanan produk, serta fasilitas kalibrasi alat ukur industri yang berperan penting dalam menjaga konsistensi dan akurasi proses produksi.
Ketua Komisi II DPRD Musi Banyuasin Jonkenedi mengapresiasi dukungan Kemenperin melalui BSPJI Palembang dalam memperkuat ekosistem industri daerah.
“Pemerataan akses layanan industri yang berkelanjutan sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha di Musi Banyuasin. Kami berharap kolaborasi ini dapat ditindaklanjuti dengan program nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pelaku industri lokal,” ujarnya.
Kunjungan kerja ini diakhiri dengan diskusi mengenai rencana aksi bersama untuk mengoptimalkan potensi industri daerah yang selama ini belum tergarap secara maksimal akibat keterbatasan akses standardisasi. Melalui sinergi antara Kemenperin, DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, dan BSPJI Palembang, diharapkan Kabupaten Musi Banyuasin dapat memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan industri berbasis komoditas unggulan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.
Sumber: https://www.kemenperin.go.id/artikel/72482552/Kemenperin-Percepat-Industrialisasi-Berbasis-Komoditas-Unggulan-Daerah